Setia Hingga Detik Terakhir: Gugurnya Bripda Rizki Ardianto di Perairan Sungai Mesuji
MESUJI - Takdir adalah garis akhir yang takdirkan tanpa bisa dicegah oleh kecerdasan manusia, kepiawaian berenang, ataupun kehati-hatian tingkat tinggi. Kematian datang tanpa permisi, menjemput seorang bhayangkara negara di tengah derasnya arus tugas pengabdian.
Duka mendalam menyelimuti Kepolisian Daerah Sumatera Selatan menyusul kepergian Bripda Rizki Ardianto, anggota Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Sumsel yang gugur dalam usia yang masih sangat muda, 23 tahun. Almarhum menghembuskan napas terakhirnya akibat kecelakaan tragis tenggelam saat menjalankan tugas negara di perairan Sungai Mesuji pada, Minggu 13 September 2026.
Kronologi Kejadian
Insiden bermula ketika Bripda Rizki Ardianto ditugaskan dalam misi pengawalan rutin di wilayah perairan Sungai Mesuji.
Di tengah gelombang tugas yang menantang dan medan perairan yang berat, sebuah musibah tak terduga terjadi. Almarhum terpeleset dan jatuh dari atas kapal patroli ke dalam sungai.
Arus Sungai Mesuji yang dikenal cukup deras seketika menarik korban ke dasar air. Rekan-rekan satu tim yang berada di lokasi langsung berupaya melakukan pertolongan pertama, namun nahas, korban seketika hilang dari pandangan.
Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan langsung dikerahkan secara intensif sejak hari pertama kejadian. Setelah menyisir titik-titik krusial di sepanjang aliran sungai, Tim SAR akhirnya membuahkan hasil pada hari kedua pencarian.
Pemandangan memilukan tersaji saat jasad Bripda Rizki Ardianto berhasil ditemukan. Di tengah dinginnya air sungai dan garis akhir hidupnya, almarhum ditemukan dalam posisi masih erat memeluk senjata laras panjang di pelukannya serta tetap menggendong tas ransel yang melekat di tubuhnya. Pemandangan ini menjadi saksi bisu betapa almarhum memegang teguh profesionalisme, tanggung jawab, dan dedikasi terhadap tugasnya hingga detik-detik terakhir hayatnya.
Pesan dan Himbauan Keselamatan
Peristiwa tragis ini menjadi pengingat yang sangat keras bagi seluruh aparat penegak hukum dan petugas lapangan agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap keselamatan kerja (K3), khususnya di medan-medan ekstrem seperti perairan terbuka.
1. Penerapan SOP Ketat: Setiap personel yang bertugas di wilayah perairan wajib memastikan penggunaan alat pelindung diri (APD) yang memadai, termasuk pelampung standar, terlepas dari seberapa mahir kemampuan berenang mereka.
2. Mitigasi Risiko Cuaca dan Arus: Tim di lapangan dihimbau untuk selalu membaca situasi alam, kondisi gelombang, serta kesiapan armada sebelum memulai pelayaran pengawalan.
3. Sistem Keamanan Rekan (Buddy System): Memastikan pengawasan silang antar-personel ditingkatkan guna mengantisipasi kecelakaan mendadak di atas air.
Semoga almarhum Bripda Rizki Ardianto mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, husnul khatimah, dan segala amal baktinya diterima sebagai ibadah. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga senantiasa diberikan ketabahan, kesabaran lahir dan batin, serta keikhlasan yang luas menghadapi ujian berat ini. Aamiin ya Rabbal 'alamin.
#BripdaRizkiArdianto #PoldaSumsel