BREAKING NEWS
Pemerintah Umumkan Kebijakan Ekonomi Baru Fokus UMKM
Gempa Magnitudo 5.8 Guncang Maluku Utara, Tidak Berpotensi Tsunami
Timnas Indonesia Lolos ke Putaran Final Piala Asia
Soppeng

Soppeng Perkuat Sinergi Lintas Sektor Hadapi Ancaman Karhutla, Bupati Tekankan Pencegahan Dini

28 Aug 2026, 23:53 WIB 7 views
Soppeng Perkuat Sinergi Lintas Sektor Hadapi Ancaman Karhutla, Bupati Tekankan Pencegahan Dini
Pesan Sponsor
HUT RI ke 81

SOPPENG - Pemerintah Kabupaten Soppeng bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat sinergitas dalam upaya pencegahan dan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) melalui Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Pencegahan dan Penanganan Karhutla Kabupaten Soppeng Tahun 2026.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Tantya Sudhirajati, Polres Soppeng.Kamis (27/8/2026), tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng.

Rapat koordinasi yang digelar oleh Polres Soppeng ini dibuka oleh Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., dan turut dihadiri unsur Forkopimda, jajaran Pemerintah Kabupaten Soppeng, TNI-Polri, Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan, KPH Walanae Soppeng, pemerintah kecamatan, desa/kelurahan, serta instansi terkait lainnya.

Dalam rakor tersebut, dibahas berbagai langkah strategis dalam menghadapi potensi Karhutla, mulai dari pemetaan wilayah rawan, kesiapan personel, sarana dan prasarana, sistem komunikasi antarinstansi, hingga langkah pencegahan dan penanganan apabila terjadi kebakaran.

Polres Soppeng juga memaparkan pembentukan Satgas Karhutla sebagai bentuk kesiapsiagaan bersama. Dalam pelaksanaannya, wilayah Kabupaten Soppeng dibagi menjadi tiga rayon untuk mempercepat koordinasi dan mobilisasi personel.

Rayon I meliputi Kecamatan Lalabata, Lilirilau, dan Ganra. Rayon II mencakup Kecamatan Marioriawa dan Donri-Donri. Sementara Rayon III meliputi Kecamatan Liliriaja, Citta, dan Marioriwawo.

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto dalam arahannya menegaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi Karhutla harus dilakukan sejak dini sebelum terjadi kebakaran yang lebih besar.

Menurutnya, seluruh unsur harus memperkuat pemantauan wilayah rawan, pengawasan titik panas (hotspot), kesiapan personel, serta memastikan koordinasi antarinstansi berjalan dengan baik.

Kapolres juga menekankan pentingnya peran Bhabinkamtibmas dan Babinsa dalam mengetahui kondisi wilayah binaannya serta aktif memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran.

“Setiap informasi terkait titik rawan maupun indikasi kebakaran harus segera ditindaklanjuti secara cepat dan terukur agar tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng menyampaikan bahwa pencegahan merupakan langkah utama dalam menghadapi ancaman Karhutla.

Bupati meminta seluruh perangkat daerah, aparat kewilayahan, pemerintah desa dan kelurahan untuk meningkatkan pemantauan di wilayah masing-masing serta mempercepat penyampaian informasi apabila ditemukan titik panas atau potensi kebakaran.

Ia juga mengimbau masyarakat serta pelaku usaha pertanian dan perkebunan agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar, khususnya pada kondisi musim kemarau yang memiliki tingkat risiko kebakaran lebih tinggi.

“Keberhasilan pencegahan Karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat, tetapi membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat,” ungkap Bupati.

Melalui pelaksanaan rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Soppeng bersama seluruh unsur terkait berkomitmen memperkuat sinergi, meningkatkan kesiapsiagaan, serta mengambil langkah antisipasi sejak dini guna menekan potensi Karhutla di wilayah Kabupaten Soppeng.

Pesan Sponsor
Promosi